Momen Apik

Pernah
Kulemparkan daun hingga kaca itu pecah berantakan
Esoknya kubanting kertas hingga kayu itu patah berserakan
Lalu kuambil pensil kubuang hingga jalan itu terbagi dua
Tak kuasa kutanggalkan ikatan rambut yang kukenakan dan melepaskannya dengan jariku maka hancurlah tembok itu menjadi beberapa
Akhirnya
buru buru kuambil parfum yang ada di tasku kusemprotkan ke atas maka hingga terbukalah seluruh awan-awan
Berganti ruangan dan monitor di depanku,
Kulanjutkan rutinitas

Menutup tahun ini saya mencoba memutar kembali segala ingatan di kepala. Momen apik untuk dapat berevaluasi. #asek
Saya sangat puas dengan kehidupan saya selain bekerja. Tentu saya menikmati pekerjaan saya dan semua dinamika di dalamnya. Sebagai desainer grafis, jelas ini merupakan hobby becomes career. Namun pekerjaan tetaplah pekerjaan. Saya memiliki otoritas yang perlu saya hormati. Idealis saya tak mungkin dengan seenaknya saya eksekusi begitu saja. Menjadi freelancer tentu sangat menggoda, tapi akan menjadi semakin sulit bagi saya untuk dapat merealisasikan work life balance. Yass!

Saya memiliki tempat di gereja, tempat di mana saya bertumbuh untuk berkomunitas, bertukar pikiran, dan saling menguatkan, bonusnya saya dapat menyalurkan hobi menari saya.
Selain itu tahun ini pun spesial sekali karena dapat bertemu orang-orang hebat yang memiliki kecintaan akan alam. Ya, gunung lebih tepatnya. Manusiawi, tentu ada rasa bangga bisa naik 4 gunung di tahun ini Sumbing, Gede, Bromo, Sindoro dan Kembang, namun saya harus tetap menyadari bahwa akan semuanya itu, ini merupakan kesempatan dan berkat bagi saya dapat menikmati dapat belajar dari alam.

Percakapan kecil di lukisan ini, mungkin sebuah percakapan surreal bagi anda, tapi saya yakin ini nyata adanya. Melalui seluruh proses setahun yang seringkali dengan lancangnya saya bergantung pada daging yang lemah ini, bahkan membuat-buat hal-hal yang tidak perlu untuk saya kuatirkan. Hingga akhirnya saya kutip lirik dari Hillsong – So Will I. “If creation sings Your praises so will I..” Karena oleh semuanya hanya ucapan syukur saya bagi Pencipta.

  

Sebut saja : “In the end”
Akrilik dan lainnya pada kanvas 40x60cm

 

You may also like

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *