Masuk dalam Ketidakonsistenan

Saya teringat sekitar 3 tahun yang lalu, seseorang yang berasal dari Spanyol pernah mengirimkan sebuah pesan di Facebook. Ia mengatakan bahwa, apakah benar “Sandria” adalah nama anda? Ya, saya bilang itu nama saya. Kemudian ia berkata bahwa Sandria adalah nama keluarganya, mungkin semacam nama marga atau nama keluarga yang dipakai turun temurun, saya tidak begitu paham. Jelas saja, setelah saya “stalking” keluarganya melalui yang ia unggah, semuanya menggunakan Sandria di bagian belakang nama mereka. Menyenangkan bagi saya, karena orang tua saya pun tidak memiliki alasan khusus mengapa menggunakan nama Sandria. Namun jelas di bagian depan yaitu Vicky, berasal dari kata Victory atau kemenangan. Dan saya bangga akan ini. Ya, walaupun tak jarang orang yang tidak langsung bertemu saya berkata “Baik, terima kasih Pak Vicky, atau Selamat pagi Pak”

Beberapa minggu yang lalu, khotbah di gereja dalam dua minggu berturut-turut sepertinya sangat masuk ke dalam otak saya lalu diproses dengan sangat hati-hati sehingga masuk dalam sanubari ini. Baiklah, berlebihan. Namun, ya memang benar, sangat mengukuhkan. Bahkan saat menulis tulisan ini pun, saya semakin diyakinkan.
Salah satu hal yang paling konsisten di dunia ini adalah hidup yang penuh dengan ketidakonsistenan. Ya, kita tahu bersama bahwa kondisi saat ini rasanya sulit sekali ditebak. Beruntungnya saya, bahwa saya bukanlah seorang perencana jangka panjang. Saya merasa bahwa saya cukup terlatih untuk menghadapi kondisi yang fluktuatif. Dibandingkan saya harus merecanakan jangka panjang. Entahlah, saya pikir saya terlalu realistis dan idealis. Salahkah?
Dalam kotbah tersebut saya malah disuruh masuk kepada ketidakonstenan dunia ini. Oleh karena kejadian ku dahsyat dan ajaib, inilah yang membuat saya semakin yakin bahwa saya diciptakan bukan hanya kepada perkara-perkara biasa namun mampu masuk ke dalam ketidakonsistenan.
Terlepas dari pada keberanian kita untuk masuk pada ketidakonsistenan, Persiapan sangatlah diperlukan. Ada sebuah rumus yang sejauh ini cukup mudah diterima oleh pemikiran saya dan sangat relevan pada kehidupan saya saat ini. Persiapan + Kesempatan = Sukses! Atau terbilangnya, kesuksesan adalah saat persiapan bertemu dengan kesempatan. Kesempatan tidak jelas kapan datangnya. Lalu apa yang harus dilakukan selagi menunggu kesempatan? Ya bersabar dan bertekun dalam persiapan. Hm, sepertinya inilah yang akan menjadi rumus kehidupan saya (wow, rumus kehidupan) untuk masuk dalam ketidakonsistenan. Sesuai dengan nama saya yang artinya kemenangan, saya pikir rumus ini dapat pakai agar arti tersebut benar-benar nyata dalam kehidupan saya.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *